Ingin Jual Rumah Subsidi Anda? Simak Kiatnya

  • Whatsapp

Sebelum kupas lebih jauh terkait langkah jual kembali perumahan bantuan, lebih dahulu mesti kita kenali apakah yang disebut dengan perumahan bersubsidi.

Read More

Secara ringkas bisa diterangkan jika perumahan bersubsidi satu diantara program dari pemerintah untuk warga punya penghasilan rendah dengan siapkan rumah yang pantas huni melalui pemberian FLPP (Sarana Likuiditas Pembiayaan Perumahan) adalah dengan memberikannya bantuan bunga KPR (Credit Pemilikan Rumah).

Sebab program ini ditujukan untuk warga punya penghasilan rendah, karena itu mereka yang memiliki hak beli perumahan bersubsidi yakni warga dengan pendapatan Rp. 4 juta kebawah untuk type rumah tapak dan warga yang punya penghasilan Rp. 7 juta kebawah untuk type rumah susun.

Rumah yang telah dibeli itu selanjutnya bisa dipasarkan kembali dengan ketentuan telah dipunyai sepanjang 5 tahun atau lebih untuk rumah tapak serta telah dipunyai sepanjang 20 tahun atau lebih untuk rumah susun.

Apabila belum penuhi ketentuan sama seperti tercantum di atas, rumah bersubsidi cuma bisa dipasarkan pada penyalurnya, untuk lalu dialirkan kembali pada warga yang memiliki hak yaitu warga yang punya penghasilan rendah.

Apabila costumer meniadakan ketentuan itu serta jual rumah bersubsidi dengan asal-asalan, karena itu sama dengan ketentuan yang udah diputuskan pemerintah, penjual rumah bersubsidi itu akan dikenakan sangsi berwujud dicabutnya bantuan dan mesti mengubah semua sarana pemberian yang udah diterima. Tidak itu saja, penjual terserang sangsi pidana dan denda sebesar Rp. 50 juta.

Dengan mengerti penjelasan dari rumah bersubsidi berikut ketentuan yang diputuskan pemerintah pada perumahan yang ditujukan untuk warga punya penghasilan rendah itu, karena itu langkah untuk pasarkan perumahan bantuan yakni sebagaimana berikut:

Yakinkan Status Rumah yang Akan Dipasarkan

Untuk meyakinkan status pemilikan rumah sangatlah simpel, adalah dengan mengalkulasi telah berapakah lama kompleks perumahan atau apartemen itu mulai diperlukan.

Untuk perumahan tapak, apabila telah lebih dari 5 tahun bermakna aman serta bisa diperdagangkan, tengah untuk apartemen baru dapat diperdagangkan apabila telah melalui jaman 20 tahun.

Apabila kurang dari jaman yang dijalankan sama dengan ketentuan, karena itu andil Anda jadi agen property cuma sekedar mediator, yaitu mempertautkan di antara faksi penjual dengan faksi konsumen, sebab proses jual beli cuma dapat dijalankan lewat penyalur.

Lewat kata lain, konsumen yang mau beli rumah tapak mesti punya penghasilan kurang dari Rp. 4 juta tengah untuk rumah susun mesti kurang dari Rp. 7 juta.

Pertemukan di antara konsumen dengan penjual, lalu hubungi faksi penyalur untuk memfasilitasi jual beli yang mereka kerjakan.

Prioritaskan Kemauan untuk Menunjang Orang yang Mau Miliki Rumah

Sehabis jaman pemilikan sama dengan peraturan dari pemerintah udah tertangani, rumah bersubsidi sebetulnya bebas untuk diperjual-belikan.

Akan tetapi, seorang agen property yang baik bukan hanya pikirkan keuntungan yang akan didapat tetapi harus punyai kepedulian pada lingkungan.

Lewat kata lain, apabila mau menunjang menjualkan rumah bersubsidi, karena itu baiknya cari konsumen yang punyai pendapatan rendah, dikarenakan mereka juga yang sebetulnya punyai hak untuk menduduki rumah itu, bukan golongan orang ada yang beli property cuma untuk investasi.

Selain itu semua, langkah pasarkan kembali perumahan bantuan hampir mendekati dengan pasarkan property lainnya, terlebih property untuk golongan menengah ke bawah.

Cara tadi salah satunya: membanderol harga yang bersaing, memperbaiki sekedarnya, mengekspose area dan lingkungan terutama untuk perumahan yang ada di beberapa tempat strategis, seperti sekolah, tempat beribadah, rumah sakit, pusat belanja dan lainnya.

Kemudian melakukan promo semaksimal kemungkinan dengan bermacam langkah, terutama beberapa cara yang minim biaya.

 

sumber:asriman.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *